Raya Tekno

Ayo mengenal Drupal

Ayo Mengenal Drupal | Apa itu Drupal? kali ini https://rayatekno.com akan membahas tentang Drupal, sebuah aplikasi opensource yang sering dipakai untuk membangun web dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Drupal merupakan sebuah perangkat lunak sistem manajemen konten (CMS) yang bersifat bebas dan terbuka dan didistribusikan di bawah lisensi GPL, pengembangan dan perawatannya dilakukan oleh ribuan komunitas pengguna dan pengembang dari seluruh dunia. Drupal dikonstruksi dengan menggunakan pemrograman PHP, Drupal dapat dipasang pada beberapa jenis database seperti MySQL, PostgreSQL, SQLite, Maria DB dan juga MsSQL.

Anda bisa mendownload Drupal disitus resminya: https://www.drupal.org/

Web server yang mendukung Drupal diantaranya Apache, Nginx, IIS yang berjalan pada sistem operasi Cross-platform seperti Microsoft Windows, Mac OS X, Linux dan FreeBSD. Dalam perjalanannya Drupal lebih dikenal sebagai CMF dibandingkan sebagai CMS.

Drupal dapat diunduh secara bebas dan dapat digunakan secara bebas juga, sehingga memungkinkan setiap orang baik secara individu maupun komunitas untuk melakukan publikasi, pengaturan dan organisir berbagai jenis dari konten pada sebuah website.

mengenal drupal
Tampilan Default Drupal

Kemampuannya tidak sekadar sebagai CMS, namun dengan modul API-nya Drupal dapat digunakan sebagai CMF (Content Management Framework) dalam membangun aplikasi berbasis web.

  • Drupal dapat digunakan untuk membangun :
  • Portal Web Komunitas.
  • Forum Diskusi.
  • Aplikasi Internal.
  • Website Personal atau Blog.
  • Aplikasi Komersial E-commerce.
  • Kumpulan Sumber Informasi.
  • Situs Jaringan Sosial.
  • Jaringan Intranet.
  • Surat Kabar (News Letter).
  • Galeri multimedia.

Beberapa Fitur Unggulan Drupal

  • CMS (Content Management Systems) Sistem Manajemen Konten.
  • CMF (Content Management Framework) Sistem Platform.
  • Blog Pengguna tunggal dan pengguna jamak.
  • Built-in Forum Engine.
  • Multi situs hanya dengan satu instalasi.
  • Multi bahasa, sudah mendukung Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa
  • Kontent Multimedia
  • Mendukung banyak jenis database seperti MySQL, PostgreSQL, SQLite, MsSQL dan MariaDB.
  • Bisa dipasang dengan web-server Apache, Nginx, IIS dan Lighttpd
  • Pengaturan hak akses pengguna tak terbatas, bukan anya pengaturan hak akses jenis konten bahkan bisa
  • memberikan hak akses tiap field data.
  • Bisa membuat jenis konten baru yang tipe datanya sesuai keinginan pengguna.
Baca Juga  Mengenal CMS Joomla

 

Alasan menggunakan Drupal
Mengapa Anda harus menggunakan Drupal, mengapa bukan yang lain? Drupal adalah sebuah Content Management Framework (CMF) yang bersifat open source dan menekankan pada kolaborasi antar developernya. Drupal sangat bersifat modular, sangat mudah dikembangkan, dan seperti halnya sebuah framework, dia memiliki standar yang harus kita ikuti sedemikian rupa.

Dalam paket instalasi Drupal sudah ada beberapa core module yang mana mencakup fungsionalitas utama sebagai sebuah Content Management System (CMS), namun demikian fungsionalitas tersebut dapat dengan mudah kita tambahkan dengan mengaktifkan built-in module yang ada atau mengaktifkan contributed module lainnya.

Drupal didesain sedemikian rupa agar lebih mudah dikustomisasi, namun kustomisasi tersebut dilakukan dengan cara membuat module tersebut dilakukan dengan cara membuat module baru yang menambah atau menghilangkan fungsionalitas standar yang ada, bukan dengna memodifikasi core module.

Dengan kemudahan melakukan kustomisasi Drupal, kita bisa membangun bermacam-macam website seperti portal internet, portal berita, website personal, departemen, korporat sampai kenegaraan. Kita juga bisa membangun aplikasi e-commerce, social networking dan juga image gallery bahkan website membership menggunakan Drupal. Jadi bisa dikatakan bahwa segala macam jenis website bisa dibangun menggunakan Drupal.

Selain itu Drupal juga memiliki tim khusus yang didedikasikan untuk memastikan tingkat keamanan selalu pada level yang tertinggi, dengan cara menganalisa laporan keamanan dari para penggunanya dan juga meluncurkan update secara berkala.

Drupal memilik tagline khusus yaitu Come for the software, stay for the community.

Istilah penting dalam Drupal

Core
Sebuah framework yang ringan merupakan inti dari Drupal. Core framework inilah yang memberikan fungsionalitas utama untuk membangun sebuah website yang hebat. Core framework ini meliputi sejumlah module dan sebuah library agar Drupal dapat melayani request yang dikirimkan pengguna. Core module meliputi user management, basic content management, templating dan beberapa lainnya seperti terlihat dalam gambar.

Baca Juga  Mengenal istilah RESTful Api

Antarmuka Administrasi
Antarmuka untuk proses administrasi website di Drupal sangat tergabung (terintegrasi) dengan keseluruhan website, artinya adlaah Drupal tidak memberikan antarmuka terpisah untuk administrasi seperti halnya yang dilakukan olh CMS lain. Drupal menyediakan toolbar khusus jika kita login sebagai admin. Jadi, bagi yang sudah terbiasa dengan WordPress dan Joomla biasanya di awal akan sedikit mengalami kebingungan melihat antarmuka administrasi Drupal.

Modules
Drupal sangat bersifat modular. Fungsionalitas tambahan diberikan dengan mengaktifkan atau menonaktifkan module yang ada. Jadi, untuk website yang memerlukan fungsionalitas tambahan dibrikan dengan mengaktifkan atau menonaktifkan module yang ada. Jadi, untuk website yang memerlukan fungsionalitas canggih cukup menambahkan contributed module yang luar biasa banyak, namun demikian jika tidak diperlukan, silahkan nonaktifkan module-module yang tidak diperlukan.

Dengan menggunakan custom module kita bisa menambahkan tipe konten baru, seperti Resep Masakan, Data Customer, Data Jamaah Umroh/Haji, Data penerimaan Mahasiwa Baru dan sebagainya. Serta bisa juga kita menambahkan kemampuan baru misalkan, pengiriman email otomatis ketika ada orang yang mendaftar pegawai negeri dan sebagainya.

Hal penting yang perlu diingat adalah Drupal lebih menyarankan membuat module sendiri untuk menambahkan (atau mengurangi) fungsionalitas Drupal, karena jika kita melakukan hack ke core module atau contributed module yang ada, maka semua perubahan yang kita lakukan akan hilang pada proses update security berikutnya.

Hook
Hook bisa diibaratkan sebagai event internal Drupal. Bisa juga disebut sebagai callback, namun bukan benar-benar sebuah callback, karena tidak menggunakan listener pada umumnya, namun hook dibuat menggunakan konvensi penamaan fungsi saja. Dengan hook ini, module yang kita buat bisa “hook into” atau “menempel” ke segala sesuatu yang terjadi di internet Drupal.

Misalkan begini pada saat proses login, maka otomatis Drupal akan muncul event hook_user_login() maka otomatis yang mengimplementasikan hook_user_login() akan ikut dipanggil. Sebagai contoh jika module comment mengimplementasikan comment_user_login() maka fungsi ini akan ikut dijalankan ketika proses login.

Baca Juga  Mengenal Framework PHP

Node
Seluruh konten yang ada di Drupal memiliki basis yang bertipe sama yaitu node. Apapun website yang sedang kita bangun, blog sederhana, kumpulan resep makanan, atau to-do list sebuah project, maka struktur data dasarnya tetap sama.

Pendekatan seperti ini membuat Drupal sangat mudah dikembangkan. Developer dapat menambahkan fitur seperti rating, komentar, file attachment, informasi lokasi dan lain-lain tanpa perlu melihat jenis kontennya. Administrator kemudian bisa meramu fungsionalitas berdasarkan jenis konten, misalkan komentar hanya bisa untuk blog, tetapi resep tidak. Atau attachment hanya bisa untuk to-do list begitu juga seterusnya.

Node juga memiliki beberapa behavior standar dan berlaku juga untuk jenis konten turunannya, misalkan bisa melakukan jenis konten turunannya, misalkan bisa melakukan publish dan unpublish, promote dan unpromotenode ke halaman muka. Dan dengan behavior yang seragam ini, kita dapat melakukan proses batch di antarmuka administrasi website.

Field
Konten di Drupal terdiri dari kumpulan Field-Field. Judul dan isi sebuah node adalah field. Kita bisa menggunakan field untuk membuat jenis konten apapun yang terlintas di pikiran kita. Begini, misalkan kita menginginkan membuat Meetup, maka field yag mungkin diperlukan antara lain, nama meetup, deskripsi meetup, tanggal meetup, jam mulai,jam selesai, lokasi dan link untuk proses registrasi.

Node juga memiliki beberapa perilaku standar dan berlaku juga untuk jenis konten turunannya, misalkan bisa melakukan publish melakukan publish dan unpublish, promote dan unpromote node ke halaman muka. Dan dengan behavior yang seragam ini, kita dapat melakukan proses batch.

Bagaimana? sudah dapat pencerahan tentang apa itu Drupal? mungkin suatu waktu kita akan buatkan tutorial dalam menggunakan Drupal.

*Dari berbagai sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.