Raya Tekno

contoh saas

Apa itu Saas

Apa itu Saas | Perkembangan dunia teknologi informasi memicu banyak perkembangan lain terutama dalam bidang bisnis yang memanfaatkan teknologi informasi itu sendiri. Salah satu istilah yang cukup terkenal saat ini adalah Saas (Software as service), apa itu Saas dan bagaimana implementasinya? Raya Tekno akan membahasnya kali ini.

Sebagian orang mungkin belum terlalu paham dengan apa itu saas. Tanpa disadari, saas sangatlah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari, misalnya aplikasi Google Docs, Google drive dan lain sebagainya yang hanya membutuhkan beberapa sentuhan pada smartphone atau klik pada PC dan laptop.

Software as a service atau yang disingkat saas adalah perangkat lunak yang bisa digunakan dan diakses melalui internet tanpa harus melakukan pembelian program atau sistem, serta perangkat keras. Karena berada pada server dengan basis cloud, Anda tidak perlu mengunduh perangkat lunak jika ingin menggunakannya atau melakukan pembaharuan sistem.

Untuk mengakses dan menggunakan saas, yang Anda butuhkan hanyalah internet. Penyedia layanan juga sudah menjamin ketersediaan dan reliabilitas aplikasi, sehingga sebagai pengguna, Anda bisa langsung menggunakannya tanpa harus mengeluarkan biaya investasi atau membeli lisensi yang relatif mahal.

saas
saas

Aplikasi Saas
Berkat perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat, beberapa perusahaan memanfaatkan fitur teknologi informasi yang ada yaitu bisnis saas. Bisnis saas adalah bisnis atau usaha yang dijalankan oleh perusahaan dengan memanfaatkan saas. Pada umumnya, produk dari bisnis saas dapat diakses secara online, baik menggunakan medium aplikasi atau peramban.

Ketika menggunakan model layanan SaaS, kamu hanya perlu menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus memahami hal teknis dari layanan tersebut.

Alih-alih setiap pengguna harus meng-install perangkat lunak di komputer, mereka dapat mengakses program melalui internet.

Karakteristik SaaS
Untuk dapat mengetahui apakah layanan tersebut termasuk dalam SaaS, kamu harus mengetahui karakteristik SaaS berikut:

  1. Terpusat
    Pelayanan berupa perangkat lunak membuat pengguna tidak perlu repot untuk memikirkan mengenai pengelolaan. Hal ini karena software tersebut dikelola secara terpusat.
  2. Dapat diakses melalui internet
    Karena dikelola secara terpusat, untuk dapat mengaksesnya pengguna memerlukan koneksi internet. Hal ini berarti segala hal yang berkaitan dengan penggunaan software bergantung pada kualitas internet tersebut.
  3. Pengguna layanan tidak bertanggung jawab atas pembaruan perangkat keras atau perangkat lunak
Baca Juga  Pengertian Online Banking

Karakteristik lain dari SaaS adalah adanya pembaruan perangkat lunak atau perangkat keras yang menjadi tanggung jawab penyedia layanan.

Oleh karenanya, pengguna cukup menggunakannya saja tanpa perlu memikirkan mengenai hal tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan SaaS
Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari layanan SaaS:

Kelebihan SaaS
Beberapa alasan mengapa banyak orang memilih layanan SaaS dibandingkan layanan software biasa adalah:

  1. Menghemat Waktu dan Biaya
    Karena aplikasi SaaS dikelola oleh vendor, pengguna tidak perlu melakukan instalasi yang ribet dan memakan waktu. Pengguna juga tidak perlu pusing memikirkan, update, ataupun perbaikan aplikasi jika terjadi kerusakan. Dengan kata lain, waktu yang ditujukan untuk mengurus aplikasi ini bisa digunakan untuk mengerjakan hal lain yang lebih produktif. SaaS menawarkan banyak model bisnis yang menguntungkan bagi konsumen, salah satunya, sistem subscription (berlangganan). Pengguna cukup membayar layanan aplikasi SaaS sesuai kebutuhan untuk kurun waktu tertentu. Jadi, jauh lebih murah. Kalau sudah tidak membutuhkannya, bisa berhenti berlangganan kapan saja. Hal ini tentunya lebih menguntungkan daripada membeli software dengan lisensi penuh dan masih harus membayar biaya update untuk versi terbaru.
  2. Mengurangi Kebutuhan Tempat Penyimpanan, Ketika menggunakan software biasa, instalasi dilakukan di ruang penyimpanan laptop atau komputer. Kalau penyimpanan di perangkat penuh, Anda tentu harus mengupgrade dengan perangkat penyimpanan berkapasitas lebih besar. Pada layanan SaaS, hal itu tidak perlu dilakukan karena ruang penyimpanan sudah menjadi tanggung jawab penyedia layanan dan dipastikan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
  3. Mempermudah Akses, Selama pengguna memiliki koneksi internet, aplikasi SaaS dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Ditambah lagi, SaaS juga bisa diakses oleh pengguna dari banyak perangkat sekaligus. Hal ini tentunya penting bagi pengguna yang sering bepergian dengan berbagai perangkat berbeda seperti smartphone dan laptop atau PC.
  4. Mempermudah Proses Analisis Data, Dengan penyimpanan data yang terpusat, proses pengelolaan data pada SaaS jadi lebih mudah. Apalagi, pihak vendor SaaS umumnya menyediakan tools bagi pengguna untuk menganalisis data dengan tujuan untuk menentukan strategi terbaik untuk bisnisnya.
  5. Terupdate Secara Otomatis, Kelebihan SaaS yang cukup penting adalah update software yang akan otomatis dilakukan oleh penyedia layanan dan akan dinikmati oleh pengguna. Kondisi ini dapat membantu meningkatkan keamanan penggunaan software dengan versi terbaru, sekaligus memastikan setiap fitur terbaru dapat dinikmati oleh semua pelanggan.
Baca Juga  Mengenal Raya API

Kekurangan SaaS
Meskipun memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan SaaS yang perlu diperhatikan:

  1. Risiko Keamanan Data
    SaaS menyimpan data pengguna di cloud sebagai server bersama yang bisa diakses siapapun selama memiliki akses. Artinya, kalau sistem keamanannya lemah, akan membuat data mudah diretas hacker. Belum lagi kalau pengguna memiliki kesadaran akan keamanan online yang masih minim. Tak hanya itu, data pengguna juga bisa saja disalahgunakan oleh penyedia layanan yang tidak bertanggungjawab. Misalnya, dijual ke pihak ketiga.
  2. Sangat Bergantung Kualitas Koneksi Internet. Kelancaran penggunaan software SaaS bergantung pada kualitas koneksi internet penggunanya. Apabila koneksi internet kurang optimal, tentu aplikasinya juga kurang bisa bekerja dengan maksimal. Terlebih lagi, koneksi internet yang terputus di tengah jalan bisa menyebabkan data yang tidak sinkron, atau bahkan data corrupt (rusak).
  3. Kustomisasi Terbatas SaaS adalah layanan dengan aplikasi siap pakai. Jadi, tidak semua layanan SaaS memperbolehkan pengguna untuk mengkustomisasi softwarenya sesuai kebutuhan tertentu. Umumnya SaaS didesain untuk banyak pengguna dengan berbagai kebutuhan berbeda, sehingga ada keterbatasan untuk menghilangkan atau menambahkan fitur tertentu yang diinginkan. Ditambah lagi, tidak semua layanan SaaS menyediakan fitur integrasi dengan program lain. Akibatnya, hal ini dapat mengurangi produktivitas, khususnya pada pengguna yang bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus yang saling berkaitan.
Contoh Saas

Contoh Aplikasi SaaS
Berikut ini adalah beberapa contoh aplikasi SaaS yang bisa menjadi inspirasi untuk Anda:

  1. Dropbox
    contoh aplikasi saas dropbox
    Dropbox merupakan salah satu contoh aplikasi SaaS terdepan di bidang ruang penyimpanan data berbasis cloud. Layanan Dropbox mempermudah para pelaku bisnis untuk menyimpan dan berbagi file atau data secara langsung. Data yang disimpan di Dropbox tersinkronisasi secara real time. Pengguna dapat menyimpan foto, video, maupun file lainnya ke cloud dan mengaksesnya dari perangkat apapun dan dimanapun.
  2. Google Workspace. saas google workplace Google pun memiliki layanan SaaS atau cloud-based software yang disebut Google Workspace. Layanan ini mencakup beberapa contoh aplikasi SaaS berbasis cloud, seperti Google Docs, Google Sheets, Google Slides, Google Forms, dan sebagainya. Layanan ini serupa dengan aplikasi Microsoft Office. Bedanya, karena layanannya online, Anda mampu mengaksesnya dari manapun dan kapanpun selama Anda menggunakan akun yang sama. Selain itu, penyimpanannya pun menggunakan Google Drive. Sehingga Anda bisa melanjutkan pekerjaan Anda di perangkat yang berbeda. Banyak perusahaan yang memilih menggunakan Google Workspace karena kemudahan aksesnya serta kelengkapan fiturnya. Sebagai contoh, fitur pemantauan progres kerja membuat atasan dapat mereview progress tim secara langsung. Selain itu, fitur autosave membuat pengguna tidak perlu khawatir pekerjaannya tidak tersimpan karena mati listrik atau aplikasi yang tiba-tiba crash dan tertutup.
  3. Canva. Canva adalah contoh aplikasi SaaS yang mampu membantu Anda menciptakan konten desain untuk berbagai macam tujuan, seperti infografis, logo, presentasi, poster, selebaran, kartu undangan, dan masih banyak lagi. Layanan SaaS ini dilengkapi dengan interface drag and drop yang memudahkan pengguna membuat konten terbaik mereka, termasuk pemula sekalipun. Canva juga menyediakan banyak template sehingga memudahkan pengguna untuk memulai membuat konten. Ditambah lagi, Canva menyediakan layanannya secara gratis.
Baca Juga  Pentingnya Pengujian APi Perbankan

Masih banyak contoh Saas yang lain, pada dasarnya setiap aplikasi yang membantu produktifitas anda yang anda tinggal daftar dan menggunakannya secara online maka itu bisa disebut sebagai Saas.

Bagaimana sahabat? apakah sekarang anda sudah faham tentang Apa itu Saas? jangan lupa untuk membaca artikel lainnya dari Raya Tekno.

Salam

*Dari berbagai sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.